Alamat
Jl. Cipto Mangunkusumo, Gunung Panjang, Kec. Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75131
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 16.00
Alamat
Jl. Cipto Mangunkusumo, Gunung Panjang, Kec. Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75131
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 16.00


Program Magister Terapan Rekayasa Perawatan dan Restorasi Jembatan, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda, telah sukses menyelenggarakan kegiatan Stadium General dengan tema “Aplikasi Wireless Sensor Network untuk Bidang Civil Engineering” pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Studio Jurusan Teknik Sipil mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA dan dihadiri oleh mahasiswa serta dosen dari lingkungan Jurusan Teknik Sipil.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan jurusan yang menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam bidang teknik sipil, khususnya dalam mendukung sistem pemeliharaan dan restorasi infrastruktur yang semakin kompleks. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa perkembangan teknologi seperti Wireless Sensor Network (WSN) menjadi salah satu solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas monitoring kondisi struktur secara berkelanjutan.
Sebagai narasumber utama, Ir. Prihadi Murdiyat, ST., MT., Ph.D., menyampaikan materi secara komprehensif dan aplikatif. Beliau merupakan akademisi dan peneliti yang memiliki kepakaran di bidang Electronics, Microprocessor Systems, Sensor Networks, serta Renewable Energy Power Generation. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep dasar Wireless Sensor Network, yang merupakan sistem jaringan sensor nirkabel yang mampu mengumpulkan, mengirimkan, dan memproses data secara real-time dari berbagai titik pengamatan.
Lebih lanjut, narasumber memaparkan berbagai contoh penerapan WSN dalam bidang teknik sipil, khususnya pada monitoring jembatan. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengukur parameter penting seperti getaran struktur, deformasi, suhu, kelembaban, hingga beban lalu lintas. Data yang diperoleh dari sensor-sensor tersebut kemudian dikirimkan ke pusat kontrol untuk dianalisis, sehingga kondisi jembatan dapat dipantau secara terus-menerus tanpa harus melakukan inspeksi manual secara berkala.
Dalam sesi tersebut juga dijelaskan bahwa penggunaan WSN memberikan sejumlah keunggulan, antara lain efisiensi biaya operasional, peningkatan akurasi data, serta kemampuan deteksi dini terhadap potensi kerusakan struktur. Dengan demikian, langkah-langkah pemeliharaan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga mampu meminimalkan risiko kegagalan struktur dan meningkatkan keselamatan pengguna infrastruktur.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait implementasi teknologi ini di Indonesia, khususnya pada kondisi lingkungan dan infrastruktur lokal. Diskusi juga mengarah pada peluang penelitian lanjutan serta pengembangan inovasi berbasis kolaborasi antara akademisi dan praktisi.
Melalui pelaksanaan Stadium General ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami pentingnya pemanfaatan teknologi terkini dalam mendukung pengelolaan infrastruktur yang lebih modern dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan era digital, serta mendorong lahirnya ide-ide inovatif di bidang rekayasa perawatan dan restorasi jembatan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan wawasan akademik civitas Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pengembangan keilmuan dan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur yang andal, efisien, dan berkelanjutan.