Alamat
Jl. Cipto Mangunkusumo, Gunung Panjang, Kec. Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75131
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 16.00
Alamat
Jl. Cipto Mangunkusumo, Gunung Panjang, Kec. Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75131
Work Hours
Senin - Jumat : 08.00 - 16.00


Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda, Yosiandi Radi Wicaksono, hadir sebagai narasumber dalam Kegiatan Kuliah Tamu dan Workshop Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman praktis pengelolaan sumber daya air kepada mahasiswa yang akan terjun ke dunia keteknikan di masa depan.
Kegiatan kuliah tamu dan workshop tersebut dilaksanakan pada Rabu, 30 Oktober 2024, di Ruang Studio Gedung Baru Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda. Pada kesempatan itu, Yosiandi Radi Wicaksono menyampaikan materi dengan topik “Perencanaan dan Desain Sistem Drainase Kota di Dataran Rendah: Efektivitas Sistem Polder dan Pompa”. Topik ini dipilih karena relevan dengan tantangan pengendalian banjir dan pengelolaan air di kawasan perkotaan, khususnya di wilayah dataran rendah.
Dalam paparannya, Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda menjelaskan pentingnya perencanaan drainase kota yang komprehensif, mulai dari pemetaan kondisi eksisting, perhitungan kapasitas sistem, hingga pemilihan teknologi yang tepat seperti polder dan pompa. Sistem polder dan pompa dinilai menjadi solusi strategis untuk mengendalikan genangan di kawasan yang berada pada elevasi rendah dan berisiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi dan pasang surut air sungai atau laut.
Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda sendiri merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang bertugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Mahakam. Lingkup tugasnya mencakup konservasi, pendayagunaan, serta pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, dan infrastruktur sumber daya air lainnya, termasuk pengelolaan drainase utama perkotaan. Dengan peran strategis tersebut, keterlibatan BWS dalam kegiatan akademik menjadi penting untuk menjembatani kebutuhan teknis di lapangan dengan pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi.
Sementara itu, Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air Politeknik Negeri Samarinda berfokus pada pendidikan vokasi tingkat sarjana terapan yang menyiapkan lulusan ahli di bidang infrastruktur sumber daya air, seperti bendungan, irigasi, pengendalian banjir, dan sistem drainase perkotaan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek serta kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk BWS Kalimantan IV, prodi ini menekankan penguasaan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai konsep desain, operasi, dan pemeliharaan sistem drainase modern. Melalui sesi pemaparan dan diskusi, peserta diajak melihat keterkaitan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan, sehingga ilmu yang diperoleh menjadi lebih aplikatif dan kontekstual.
Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya menambah wawasan mengenai perencanaan dan desain sistem drainase kota, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan teknis yang diperlukan dalam mendukung pengelolaan sumber daya air di wilayah dataran rendah. Bekal pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting ketika mereka terjun sebagai calon insinyur yang berkontribusi bagi pembangunan infrastruktur air di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan instansi teknis seperti BWS Kalimantan IV Samarinda, kegiatan kuliah tamu dan workshop semacam ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang. Sinergi ini sejalan dengan semangat “Air Untuk Nusantara” yang menekankan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas.